Sejarah Desa Klepu Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo menurut cerita para sesepuh dan sebagai tokoh masyarakat tua di desa bahwa di wilayah perdikan desa ini dahulu ada punden (tempat yang dikeramatkan) oleh masyarakat dijadikan tempat yang harus dilindungi keberadaannya. Di tempat tersebut dengan ditumbuhi tiga pohon besar yaitu pohon preh, pohon klepu, dan pohon joho. Dari ketiga pohon tersebut ternyata sama- sama mengeluarkan bunga dan kebetulan pohon klepu berada di tengah- tengah pohon preh dan pohon joho. Dari aroma bunga ketiga pohon tersebut yang paling beraroma harum adalah dari pohon klepu, maka daerah perdikan tersebut dalam perkembangan masyarakatnya dinamakan Desa Klepu.
Dari nama desa yang dinamakan Desa Klepu tersebut dalam perkembangan secara kewilayahan kemudian dibagi menjadi empat wilayah dukuhan, dengan pembagian wilayah yang sama- sama disesuaikan dengan sejarah keberadaannya yaitu dukuh Klepu karena banyak tumbuh pohon klepu, dukuh Sambi karena banyak pohon kesambi, dukuh Ngapak karena banyak pohon apak dan dukuh Jogorejo karena wilayahnya cukup luas dan masyarakatnya ramai maka dinamakan dukuh Jogorejo.