Pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 15.00, Pemerintah Desa Klepu mendapatkan kehormatan untuk tampil di acara talkshow SSB Talk JTV Madiun. Kesempatan ini kami manfaatkan sebagai forum untuk memperkenalkan dan menguatkan dua pilar utama pembangunan desa kami: pluralisme sosial dan pengembangan desa wisata.
Desa Klepu, yang terletak di Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, telah menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman — baik agama, adat maupun budaya — bukanlah penghalang, melainkan kekuatan bersama. Sebagaimana diberitakan, warga Desa Klepu yang berasal dari berbagai latar belakang agama—Muslim dan Katolik—hidup berdampingan secara harmonis, aktif bersama dalam kegiatan sosial, adat dan gotong‑royong. Sikap saling menghormati dan berbagi kebahagiaan dalam perayaan‑keagamaan yang berbeda menjadi tradisi yang terus terpelihara.
Mengangkat tema pluralisme dalam talkshow ini sangat relevan, karena kehadiran pluralisme yang hidup dalam desa kami menjadi fondasi bagi pembangunan yang inklusif. Ketika warga merasa dilibatkan, dihormati dan aktif dalam proses pembangunan — mulai dari kebersihan lingkungan, kegiatan adat, hingga pengembangan potensi wisata — maka sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Desa dapat berjalan lebih produktif.
Selaras dengan semangat kebersamaan itu, Desa Klepu juga mengembangkan potensi wisata desa sebagai arah strategis pembangunan lokal. Potensi seperti sobo sawah, sobo kandang, sobo alas, sobo kali, sobo tonggo, serta pelestarian kesenian tradisional — termasuk reog, jaranan thek, gejug lesung, karawitan dan hadroh — menjadi bagian dari paket wisata kami. Melalui paket‑wisata tersebut, kami ingin menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung sekaligus menjaga nilai‑nilai budaya dan kearifan lokal yang ada.
Talkshow di SSB Talk JTV Madiun ini akan menjadi media untuk mengenalkan strategi kami:
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Desa Klepu berharap agar masyarakat luar semakin mengenal bahwa desa kami bukan hanya sekadar tempat — tetapi juga komunitas yang hidup dalam keberagaman, gotong‑royong, dan berkarya bersama. Kami juga mengundang para pemangku kepentingan, wisatawan lokal maupun nasional, untuk datang dan merasakan bagaimana pluralisme dan wisata dapat berjalan seiring di Desa Klepu.
Akhir kata, melalui talkshow ini kami ingin menyampaikan bahwa pembangunan desa—termasuk pengembangan pariwisata—tidak sekadar soal ekonomi, tetapi juga soal harmoni sosial, pelestarian budaya, dan kebanggaan bersama. Semoga momentum ini menjadi penguat bagi Desa Klepu agar terus maju sebagai desa yang inklusif, kreatif, dan berdaya.